Rabu, 25 Agustus 2010

Masyarakat madani

Prof.Dr.Nurcholish Majid dalam ensiklopedinya mengatakan: "Masyarakat madani yang di bangun oleh Nabi,oleh Robert N.Bellah,seorang ahli sosiologi agama terkemuka,di sebut sebagai masyarakat yang untuk zaman dan tempatnya sangat modern,bahkan terlalu modern sehingga,setelah Nabi wafat,tidak bertahan lama.Timur Tengah dan umat manusia saat itu belum siap dengan pranata social yang di perlukan untuk menopang suatu tatanan yang modern seperti di rintis Nabi.
Masyarakat madani warisan Nabi saw,yang bercirikan antara lain egalitaranisme,penghargaan kepada orang berdasarkan prestasi(bukan prestos seperti keturunan,kesukuan,ras,dan lain lain),keterbukaan partisipasi seluruh anggota masyarakat,dan penentuan kepemimpinan melalui pemilihan,bukan berdasar keturunan,setelah Nabi wafat hanya berlangsung selama tiga puluh tahun masa Khilafah Rasyidah.Sesudah itu,sistem social madani di gantikan dengan system yang banyak di ilhami oleh semangat kesukuan atau tribalisme pra arab pra Islam yang kemudian di kukuhkan dengan system dinasti keturunan atau geneologis.Sistem ini tidak di kenal dalam ajaran Islam.'A'isyah,janda Nabi yang di segani karena ilmunya,yang menjadi tokoh wanita Islam klasik paling berpengaruh dan menjadi guru banyak sekali pemimpin pada zaman itu,menamakan system dinasti geneologis itu sebagai Hirqaliyah atau "Heraklusisme",mengacu pada kaisar Heraklius,penguasa yunani saat itu seorang tokoh system dinasti geneologis.Begitulah keadaan dunia islam,yang terus menerus hanya mengenal system dinasti geneologis,sampai dating zaman modern sekarang,di mana sebagian negeri Muslim menerapkan konsep Negara republik,dengan presiden dan pimpinan lainya yang di pilih.Karena itu justru dalam zaman modern ini mungkin prasarana social dan kultur masyarakat madanai yang dahulu tidak ada pada bangsa manapun di dunia termasuk bangsa arab,akan terwujud.Maka kesempatan untuk membangun masyarakat madani menurut teladan Nabi justru mungkin lebih besar padasaat sekarang ini.Berpangkal dari padangan hidup bersemangat ketuhanan dengan konsekwensi tindakan kebaikan terhadap sesama manusia,masyarakat madani tegak berdiri diatas landasan keadilan,yang antara lain bersendikan keteguhan berpegang pada hokum.Menegakan hokum adalah amanat Allah,yang di perintahkan untuk di laksanakan kepada yang berhak(Qs;4:58),dan Nabi telah memberi teladan kepada kita.

Secara amat setia beliau laksanakan perintah Allah itu.Apalagi Al-qur'an juga menegaskan bahwa tugas semua Nabi adalah menegakan keadilan(Qs;10:47).Juga di tegaskan bahwa para Rasul yang di kirim Allah ke tengah umat manusia di bekali dengan kitab suci dan ajaran keadilan,agar manusia tegak dengan keadilan itu(Qs;57:25).Keadilan harus di tegakan tanpa memandang siapa yang akan terkena akibatnya.Keadilan juga harus di tegakan sekalipun mengenai diri sendiri,kedua orang tua atau sanak keluarga(Qs;4:135),bahkan terhhadap orang yang membenci kitapun kita harus berlaku adil,meskipun sepintas lalu keadilan itu akan merugikan kita sendiri(Qs;5:8).Atas dasar pertimbangan itulah Nabi saw.dalam rangka menegakan masyarakat madani atau civil society,tidak pernah membedaka "orang atas","orang bawah",ataupun keluarga sendiri.Beliau pernah menegaskan bahwa hancurnya bangsa bangsa di masa dahulu adalah karena jika "orang atas" melakukan kejahatan di biarkan,tapi jika "orang bawah" melakukanya pasti di hokum.Karena itu Nabi menegaskan bahwa seandainya Fatimah,putrid kesayangan beliau,melakukan kejahatan,maka beliau akan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.Masyarakat berperadaban tidak akan terwujud,jika hukum tidak di tegakan dengan adil,yang di mulai dengan ketulusan komitmen oribadi.Masyarakat berperadaan memerlukan pribadi pribadi yang dengan tulus mengikatkan jiwanya kepada wawasan keadilan.Ketulusan ikatan jiwa bias terwujud hanya jika orang bersangkutan ber iman,percaya,mempercayai,dan menaruh kepercayaan kepada Allah,dalam suatu keimanan etis,artinya keimanan bahwa Allah menghendaki kebaikan dan menuntut tindakan kebaikan manusia kepada sesamanya.Dan itu harus di dahului dari diri sendiri menempuh hidup kebaikan seperti di pesankan Allah kepada para Rasul,agar mereka makan dari yang baik baik dan berbuat kebajikan(Qs;23:51),Ketulusan ikatan jiwa juga memerlukan sikap yang yakin pada adanya tujuan hidup yang lebih tinggi daripada pengalaman hidup se hari hari di dunia ini.Ketulusan ikatan jiwa itu membutuhkan keyakinan bahwa makna dan hakikat hidup manusia pasti akan menjadi kenyataan dalam kehidupan abadi,kehidupan setelah mati,dalam pengalaman bahagia atau sengsara.Karena itu ketulusa ikatan jiwa pada keadilan mengharuskan orang memandang hidup jauh ke depan,tidak menjadi tawanan di waktu sekarang dan di tempat ini(dunia)(Qs;7:169).
Tapi tegaknya hukum dan keadilan tidak hanya memerlukan komitmen komitmen pribadi,itu memang perlu,sebagai pijakan moral dan etika dalam masyarakat sebab bukankah masyarakat adalah jumlah keseluruhan pribadi pribadi para angotanya.Apalagi terhadap para pemimpin masyarakat atau public figure,maka kebaikan 'itikad itu lebih lebih di tuntut,dengan menelusuri masa lalu sang(calon)pemimpin,baik dirinya maupun keluarganya. 
Karena itu di banyak Negara,calon pemimpin formal harus mempunyai catatan pengalaman hidup yang baik,melalui pengujian,bukan oleh perorangan atau kelembagaan,tapi olah masyarakat luas,dalam suasana kebebasan yang menjamin kejujuran.Namun sesungguhnya seperti halnya dengan keimanan yang bersifat amat pribadi,I'tikad baik bukanlah perkara yang bisa diawasi dari luar diri orang yang bersangkutan.Ia bersifat sangat subyektif,di buktikan oleh hampir mustahilnya orang mengaku bahwa dirinya tidak beri'tikad baik.Kecuali dapat di terka melalui gejala lahiriyah belaka,suatu I'tikad baik tidak dapat di buktikan,karena menjadi bunyai dari hati sanubari orang bersangkutan yang paling rahasia dan mendalam.
Oleh sebab itu,I'tikad baik pribadi saja tidak cukup untuk mmewujudkan masyarakat berperadaban.I'tikad baik yang merupakan buah keimanan itu harus terjemahkan menjadi"amal saleh",yang secara aktif adalah tindakan yang membawa kebaikan untuk sesame manusia. Tindakan kebaikan bukanlah untuk kepentingan Allah,sebab Allah adalah maha kaya,tidak perlu apapun dari manusia. Siapapun yang melakukan tinadakan kebaikan maka dai sendirilah melalui hidup kemasyarakatanya,yang akan memetik dan merasakan kebaikan da kebahagiaan. Begitu juga sebaliknya siapa yang melakukan kejahatan,maka ia sendirilah yang akan menanggung akibat kejahatan dan kerugianya. 
Jika kita perhatikan apa yang terjadi dalam kenyataan se hari hari,jelas sekali bahwa nilai nilai kemasyarakatan yang terbaik sebagian besar dapat terwujud hanya dalam tatanan hidup kolektif yang memberi peluang pada adanya pengawasan social. Tegaknya hukum dan keadilan mutlak memerlukan suatu bentuk interaksi social yang memberi peluang bagi adanya pengawasan itu. Pengawasan social adalah konsekwensi langsung dari I'tikad baik yang di wujudkan dalam tindakan kebaikan. 
Selanjutnya pengawasan social tidak mungkin terselenggara dalam suatu tatanan social yang tertutup.Amal saleh atau kegiatan "demi kebaikan" dengan sendirinya berdimensi kemanusiaan,karena berlangsung dlm suatu kerangka hubungan social,dan menyangkut orang banyak .Suatu klaim berbuat baik untuk masyarakat,apa lagi jika perbuatan atau tindakann itu di lakukan melalui penggunaan kekuasaan,tidak dapat di biarkan berlangsung dengan mengabaikan masyarakat itu sendiri dengan ber bagaipandangan,dan pendapat yang ada. Dengan demikian,masyarakat madani bakal terwujud hanya jika terdapat cukup semangat keterbukaan dalam masyarakat. 
Keterbukaan adalah konsekwensi dari peri kemanusiaan,suatu pandangan yang melihat sesame manusia secara positif dan optimistis

Minggu, 22 Agustus 2010

Yang ke tiga adalah bumi


Firman Allah swt :"Dan Allah telah meratakan bumi untuk mahluk(Nya),di bumi itu ada buah buahan,dan pohon kurma yang berkelopak mayang,dan biji bijian yang berkulit dan bunga bunga yang harum baunya."(Qs Arrahman 10-12).Bumi itu daratan dan lautan yang di tetapkanya oleh Allah untuk manusia sebagai jannah baginya,dan sebagai warisan dari yang di wariskan.Dalam hal ini Allah berfirman yang artinya:"Sesungguhnya kami mewarisi bumi dan orang orang yang ada di atasnya,dan hanya kepada kamilah mereka di kembalikan."Dan sesungguhnya telah kami tulis dalam zabur,setelah(kami tulis dalam) lauhul mahfuzd,bahwasanya bumi itu di pusakai hamba hambaKu yang saleh."(Qs:Alanbiya 105) dan masih banyak lagi yang sema'na dengan itu seperti dalam surat Ali 'imran 127,Alahzab 27,Arrahman 74.Maka dengan ayat ayat yang mulia itu,jelaslah bagi kita bahwa sesungguhnya bumi itu milik Allah yang di wariskan kepada yang di kehendaki dari hamba hambanya,atau agar di warisinya oleh hamba hambanya yang saleh,mereka menempati jannah itu sepanjang hidupnya sebagai sarana ibadah baginya,sebagai mana di jelaskan dalam Qs;Aljuhruf 10,Nuh 20,dan Qs:taha 53.Kalau begitu bumi adalah Jannah bagi manusia,begitu juga bumi itu adalah sarana untuk 'ibadah kepada Allah swt.Dan setelah itu maka manusia yang berada atas fitrahnya,yang bersyukur dengan kelebihanya dengan memiliki Al-qur'an sepanjang hidupnya di bumi Allah yang telah di wariskanya itulah orang yang beriman kepada Allah yang mendapat kemuliaan di sisinya,yang menjadikan 'aqidah dengan 'aqidah yang selamat,hidupnya di atas fitrah oleh karena itulah Allah jadikan manusia sebagai Halifah di muka bumi ini sebagaimana firmanNya"hamalnahum fil barri wal bahri(Qs:Al-'isra 70)kemuliaan baginya sepanjang hidupnya.
Al-'aqidah


Mari kita perhatikan tentang aqidah di bawah ini,agar kita betul-betul faham terhadap prinsip ilahiyah dan mampu melaksanakan islam secara benar sesuai kehendak Allah swt. Untuk rujukanya ,mari kita lihat surat Al-fatihah ayat:2,3 dan 4 dan surah –

Al-nas ayat : 1,2 dan 3. di katakana bahwa Allah adalah Al-haliq dan Al-'alim.Al-haliq artinya yang maha pencipta,Al-'alim : yang maha ber'ilmu,karena Dia telah mengajarkan Al-qur'an dan Dia telah menciptakan Manusia serta Jagat raya,dalam hal ini-

Langit dan bumi dan yang ada diantara keduanya.untuk ini Allah berfirman Yang artinya : "Yang maha pemurah,Dia telah mengajarkan Al-qur'an,Dia telah menciptakan Manusia ,Dia telah mengajarkan kenyataan"(qs:al-rahman 1-4).Maka Al-qur'an itu 'ilmunya Allah

Dan Manusia itu ciptaaNya,oleh karena itu mustilah bagi manusia agar mempelajari Al-qu'an,karena ianya adalah 'ilmu khusus bagi manusia bukan untuk yang lainya.Al-qur'an dan manusia dua perkara yang berbeda tapi tidak bisa di pisahkan sama sekali.Karena manusia di ciptakan untuk ber Qur'an.dengan prumpamaan lain bahwa Al-qur'an adalah positif dan Manusia adalah negative,maka positif tanpa negative tidak ada makna baginya dan begitu juga sebaliknya.Oleh karena itu yang pertama kali di turunkan daripada wahyu kepada hambanya,Iqra dengan kalimat perintah dari bacaan yakni Al-qur'an dan di namakan surah,atau ayat yang pertama itu dengan Al-'alaq,karena manusia itu di ciptakan dari 'alaq.Dan baginya mempunyai kaitan di dalam hidupnya dengan al-qur'an secara mutlak.Maka dua perkara yang berbeda akan tetapi saling berkaitan saatu dengan yang lainya.Oleh sebab itu tidak boleh tidak bagi manusia agar mempelajari Al-qur'an,dan tidak dapat di pisahkan sama sekali.Karena sesungguhnya Al-qur'an itu 'ismullah atau 'ilmunya dan 'alamnya .Ya itu fitrahnya.Karena itu Allah berfirman dalam surah:al-alaq 1-7.

Maka yang di maksud adalah bahwa kewajiban atas kamu berqur'an dan qur'an itu Ismu dan fitrahNya,dan bagi manusia berkaitan denganNya secara mutlak.

Kemudian Allah dengan segala keagunganya menciptakan Manusia setelah menciptakan Jagat Raya yaitu: langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya..

Untuk dalil dalil itu adalah sebagai berikut(qs;As sajadah 4-9)

Dan masih banyak lagi yang sema'na dengan itu seperti :surah (Hud ayat7) surah (Yunus ayat 3-5),surah (Alfurqan ayat 59),Surah (Qaf ayat 38),surah (fusilst ayat 9-12) dan surah (al-hadid ayat 1-6),dan begitulah seterusnya dari apa-apa yang sama dalam judwal itu.Maka semua itu tidaklah Allah ciptakan kecuali hanya untuk manusia agar menjadi khalifah baginya di bumi ini atau di jagat raya ini.Maka bumi bagi manusia,tempat tinggal atau hamparan atau tempat berdiam dan kesenangan baginya.Dalam hal ini Allah swt berfirman dalam surah:Al-mu'min 64,kemudian surah Al-baqarah36,ali 'imran 34, al-baqarah 29,al-baqarah 22,al-zuriat 48,al-naba 6,dan nuh19-20.Maka manusia dan bumi aalah dua perkara yang tidak dapat di pisahkan juga,karena daripadanya dia di ciptakan,di dalamnya dia di kubur,dan daripadanya dia di keluarkan dan kedalamnya dia di masukan,ya itu hidup dan mati padanya.Dan begitulah apa yang di butuhkan untuk kehidupan dan kematian padanya.Maka sungguh telah di jadikanya oleh Allah dengan kesempurnaanya,dan semua itu adalah nikmat yang di anugrahkan kepada manusia,maka itulah yang di maksud dengan kesenangan sampai waktu tertentu.Maka setelah kita membicarakan sekitar kaitanya manusia dengan Al-qur'an dan kaitanya dengan bumi juga, maka kita ketahui bahwa Allah swt menciptakan bumi hanya untuk manusia dan Al-qur'an di turunkan hanya untuknya juga,maka demikianlah fitrahnya dan sunahnya,maka sesuatu yang aneh jika manusia menginginkan hidup di 'alam ini hanya mau yang enak-enak tapi tidak mau mewarisi bumi dan Al-qur'an,karena manusia mempunyai kaitan dengan bumi dan Al-qur'an secara mutlak.Biar bagaimanapun dan di manapun dan dalam kondisi apapun tiga unsur itu tidak dapat di pisahkan sama sekali.Apabila terpisah salah satu di antaranya maka rusklah fitrah dan batallah sunah.Oleh karena itu marilah kita bahas tentang unsur tiga tersebut.

Yang pertama adalah masalah Al-qur'an



*Al-qur'an secara :

- Bahasa : bacaan

- Secara umum: Ketetapan Illahi atau Kalamullah yang di turunkan kepada -

RasulNya.

- Secara sari'at : petunjuk bagi manusia,bayinat daripada petunjuk itu dan pembeda.

(Qs : Al-baqarah 185)

Yang di maksud petunjuk adalah gambaran huruf lafdiah yang balaghoh yang terkumpul di antara dua mushaf.Yang di maksud bayinat adalah gambaran huruf alam yang kongkrit

Ialah ayat-ayat yang kongkrit di alam ini.Kemudian yang di maksud dengan Furqan ada

lah memisahkan antara dua yang berbeda,sebagai kesimpulan dari makna-makna hudan dan bayinatnya.Maka al-qur'an dengan rumus tiga adalah seperti yang di jelaskan oleh Allah dalam Al-qur'an yang artinya:"Sebenarnya,Al-qur'an itu ayat ayat yang nyata di dalam dada orang orang yang ber'ilmu.Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat kami kecuali orang orang yang zalim(al-'ankabut: 48-49)

Dan yang lain adalah yang di misalkan oleh Allah swt dengan pohon dengan firmanNya:"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik,seperti pohon yang baik,akarnya teguh dan cabangnya menjulang kelangit.Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin pengaturnya(Allah)Allah membuat perumpamaan perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat.Maka itu dalam persoalan ini marilah kita perhatikan bacaan dalam prinsip tiga,ini penting karena prinsip tiga itu adalah ukuran kebenaran,karena itu maka Hudan adalah akarnya dan bayinat adalah batangnya dan furqan adalah buahnya,inilah qur'an pada hakekatnya: ialah wahyu ilahi tidak bersuara dan tidak berhuruf,tapi ayat ayat yang kongkrit Dan akarnya terpelihara di dalam dada orang yang di beri ilmu.Maka bacaan hudan adalah dengan tadabur(meneliti) Qs:Muhammad 34,kemudian bacaan bayinat adalah dengan tafakur(di fakir fakir/di analisa)Qs:ali imran 191 dan bacaan furqan adalah dengan tabayun(penegasan/kongkrit) Qs:Al-hujarat 6.Dan perintah bacaan yang pertamakali apa yang di turunkan kepadanya Muhammad saw yaitu bacaan bayinat karena tidak akan menjadi petunjuk yang di turunkan sempurna kecuali dengan asal yang pertama itu yaitu al-'alaq, sebagaimana kita telah membicarakannya dan pada saat itu terpeliharalah dalam dadanya.Kemudian bacaan qur'an dengan cara cara yang tiga tersebut mesti menjadi sebagaimana firman Allah

16. Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran Karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya[1532].

17. Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.

18. Apabila kami Telah selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu.

19. Kemudian, Sesungguhnya atas tanggungan kamilah penjelasannya.



Yakni agar jangan tergesa gesa,dalam bacaanya,dan agar mengerti cara cara bacaan Allah,kemudian di perkuatnya dengan firmanNya:

114. Maka Maha Tinggi Allah raja yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur'an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu[946], dan Katakanlah: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan."

Kemudian Allah menjelaskanNya dengan firmaNya:

"Demikianlah cara cara bacaan menurut Allah swt".Di halaman berikutnya kita akan membahas tentang insane(manusia) selamat mengikuti







Yang ke dua masalah manusia dan yang terpenting adalah sebagai berikut



Manusia itu ciptaan Allah satu satunya yg di muliakan dengan kalimat akal,dan Allah menjadikana khalifah di muka bumi,agar menjadi hambanya,tidak akan dan tidak mungkin untuk yag selainya secara mutlak hanya untuk manusia sebagaimana di jelaskan dlam Alqur'an yang artinya:"Dan Sesungguhnya Telah kami muliakan anak-anak Adam, kami angkut mereka di daratan dan di lautan[862], kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna dari pada mahluk lainya.(Al-isra' 70) dan juga bisa di lihat dalam surah An-nahl ayat 78,yang artinya:

"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.Tiga angaota tubuh yang di ingatkan oleh Allah :pendengaran pengelihatan dan hati itulah akal bagi manusia,oleh karena itu manusia harus bersyukur dengan sebenar benarnya,serta tidak berkesudahan(ghaniyun hamid)Dan karena kelebihan yang di berikan oleh Allah berupa akal maka manusia tidak boleh mengikuti petunjuk lain selain Al-qur'an.Itulah ujud syukur kepada Allah,dan Allah mengancam bila tidak besyukur dengan kelebihanya yaitu akal,maka derajatnya di samakan dengan binatang,bahkan lebih hina dari padanya,dan jahanam adalah tempat bagi mereka yang lalai.(Qs:Al'araf;179)

khalifah

Khalifah itu masalah yang amat penting dan musti bagi kita, untuk membahas dan mendalaminya,karena khalifah itu mrupakan kedudukan bagi manusia.Manusia di ciptakan dengan setatus/kedudukan,kewajiban dan tugas dan dalam pembahasanya mari kita tadaburi ayat ayat berikut ini:

- Qs:Albakarah 30 yang artinya:"Ingatlah ketika tuhanmu berfirman kepadapara malaikat:"sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi."mereka berkata:"mengapa engkau hendak menjadikan (khalifah) di muka bumi,orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah,pdahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji engkau,dan mensucikan engkau?" tuhan berfirman:"sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." Kemudian di dalam surat: al'araf 69 yang artinya:"Apakah kamu(tidak percaya)dan heran bahwa dating kepadamu peringatan dari tuhanmu yang di bawa oleh seorang laki laki di antaramu,untuk memberi peringatan kepadamu?dan ingatlah olehmu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu pengganti pengganti(yang berkuasa)sesudah lenyapnya kaum nuh,dan Allah telah melebihkan kekuatan dan perawakanmu (daripada kaum nuh itu),maka ingatlah nikmat nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan." Kemudian dalam surat Al'araf 24,surat:syad 26,surat:yunus 14,alan'am165,Annaml 62,Fatir 39 dan An-nur 55.Yang di maksud khalifah adalah pengemban amanah Allah,maka ia adalah kepercayaan Allah di 'alam ini,sebagaimana di jelaskan dalam surat Al-ahzab 72 yang artinya:"Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanah kepada langit,bumi dan gunung gunung,maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu,dan mereka khawatir akan menghianatinya,dan di pikulah amanah itu oleh manusia,sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh."Maka manusia dengan kemuliaan dan keutamaanya di atas segala sesuatu daripada ciptaanya,kepada dia Allah memberi amanah sebagai khalifah di ala mini,untukmengemban amanahnya,atau meninggikan kalimahnya dengan meninggikan dinnya serta merealisasikan syari'ahnya sebagaimana di terangkan dalam surat al-isr'a 70.Kalau kita amati ayat ayat tentang khalifah,kita dapati bahwa khalifah itu di jadikan untuk manusia saja,dengan redaksi Allah jadikan kamu khalifah,Kami jadikan kamu khalifah,dan memberikan kekuasaan kepada mereka sebagaimana yang telah lalu dan sesudah itu Allah hubungkan dengan beberapa kalimat:wazadakum filkhalqi basthotan(Ali'imran 69)dan ini sebagaimana sebagaimana firmanya di ayat lain.Hendaklah dia(manusia)mempunyai kelebihan dalam penciptaanya berupa 'ilmu maupun fisik,inilah dia ma'na dari firman Allah swt dalam surat:Al-ahzab 72.Langit adalah ibarat kekuasaan,bumi ibarat kebesaran serta gunung adalah ibarat ketinggian,dan semua enggan mengemban amanah karena khawatir padanya mengapa:karena Allah tidak menjadikan kelebihan sebagaimana telah menjadikan bagi manusia yaitu 'aqal,walaupun langit itu luas bumi itu besar dan gunung itu tinggi namun tidak mampu mengemban amanah Allah,maka manusialah yang di percaya mengemban tugas khalifah Allah di 'alam ini,dan mustilah bagi manusia mempunyai kelebihan di atas yang lain yaitu langit bumi dan gunung sebagaimana Allah telah mengibaratkanya.Karena manusia mempunya dada yang lapang atau pandangan mata hati yang lebih luas dari pada luasnya langit,punya jiwa atau mental yang lebih besar dari pada bumi dan punya 'aqal yang tinggi melebihi gunung.maka inilah kelebihan nilai positiif yang di maksud oleh Allah,dan dengan kelebihan ini mampulah manusia mengamban amanah Allah,dan kalau tidak mampu Allah katakana dzalim dan jahil,kemudian Allah mengkaitkan dengan kalimat:watankhituna minal jibali buyutan(Qs:Al-'araf 72)maka inilah dia yang di maksud dengan memakmurkan atau membangun Negara dengan ilmu atau ilmu teknik membangun yang tinggi(canggih) sebagaimana Allah katakan di ayat yang lain:inama ya'muru masajidallah man 'amana billah(at-taubah 19)dan yang lain yang semakna denganya.Maka kewajiban khalifah memakmuran bumi karena bumi adalah jannah baginya.Dan di bumi itulah manusia ber'ibadah kepada Allah sepanjang hidupnya.Kemudian Allah mengkaitkan dengan kalimat:fahkum bainans bil haq wala tatabi' al-hwa:maka kewjiban khalifah merealisasikan syari'ah menghukum manusia dengan yang haq yaitu Al-qur'an dan bukan dengan yang lainya yang berasal dari pola piker manusia,pendapat,fisafat,dan inilah tujuan pokok daripada khalifah Allah,kemudian Allah kaitkan dengan kalimat:linandur kaefa ta'malun,maka khalifah itu merupakan tugs yang akan di lihat atau di nilai oleh Allah dalam hal ini Allah berfirman :Wakul'imalu fasyayarallah 'amalakum warasullahu walmu'minun,dan di ayat lain Allah berfirman:kulyaqaumi I'malu 'ala makanatikum ini 'amilun fasaufa ta'lamun(az-zumar 105) dan ayat ayat lain yang semakna,kemudian Allah kaitkan juga dengan kalimat liyabluwakum fima ataakum(al-an'am165)kemudian di hubungkan dengan kalimat:Linandura kaefa ta'lamun artinya untuk di pantau bagaimana kamu bekerja,maka khalifah adalah tanggung jawab yani perbuatan yang di awasi atau di pantau oleh Allah dan dalam hal ini Allah berfirman sebagaimana dalam surat:at-taubah 105.dan az-zumar 39 kemudian Dia hubungkan dengan kalimat lain dalam surat:alan'am 165.Maka di dalam tugas khalifah ada tingkatan tingkatanya sebagaimana tingkatan kampong,propinsi,kepulauan dan begitu seterusnya masing masing tingkatan atau derajat dan tidaklah tingkatan itu kecuali pembagian tugas atau pembagian 'ibadah sebagai ujian dari Allah untuk di lihat atau di nilai dalam hal ini Allah berfirman yag artinya:"Dan bagi masing masing mereka derajat yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka(balasan) pekerjaan pekerjaan mereka sedang mereka tiada di rugikan(Qs:Al-ahkaf 19)dan Allah kaitkan dengan kalimat:waman kafara fa'alaihi kufruhu,dan dalam hal ini maka pahamlah kita bahwa khalifah adalah persoalan wajib bagi siapa yang di pilih oleh Allah,barang siapa yang bersyukur maka dalah mu'min dan barang siapa yang tidak mensyukurinya adalah kafir ini sesuai dengan firmanya:Waman syakara fainama yaskuru li nafsi waman kafara fainallaha ghaniyunkarim(an-naml 40) dan ahirnya dengan adanya khalifah Allah di alam ini menjadi kukuh teguhlah dien yang di ridoi Allah,dan Allah gantikan dari kondisi khauf menjadi aman,dan setelah ada kekhalifahan maka kita khusuk hanya ber'ibadah kepada Allah saja tanpa ada sekutu baginya.sesuai firman Allah:"Dan Allah telah berjanji kepada orang orang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal amal yang saleh bahwa dia sungguh sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi,dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka dien yang telah di ridoiNya untuk mereka,dan Dia benar benar akan menukar keadaan mereka setelah mereka ketakutan,menjadi aman sentausa.Mereka tetap menyembah-Ku dan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Ku.Dan barang siapa yang tetap kafir sesudah janji itu maka merekalah orang orang yang fasik,maka kesimpulanya adalah bahwa khalifah adalah amanah Allah kepada manusia atau tugas dan kewajiban atas manusia dalam ber'ibadah kepada Allah untuk meninggikan kalimahnya,maka khalifah itu adalah pengemban amanah Allah atau kepercayaan Allah di 'alam ini untuk meninggikan kalimahnya dengan memenangkan dienNya dan merealisasikan syaria'atNya.Selanjutnya akan kita bahas tentang 'ibadah dan persoalan dan seluk beluknya.Selamat mengikuti,tak lupa mohon kritik dan saranya

Sabtu, 14 Agustus 2010

ISLAM DAN TERORIS

islam dan Teroris


Beberapa tahun belakangan,isyu teroris sangat gencar atau mungkin sengaja di gencar gencarkan,oleh pihak yang mempunyai kepentingan.Padahal kalau mau jujur kita semua tidak merasa di teror oleh mereka yang tertangkap dan di tuduh dengan dakwaan teroris.Ahir ahir ini pondok pesantren ngruki solo kembali namanya mencuat bersamaan dengan di tangkapnya Ustad Abubakar ba'asyir,alumninya di wawancarai seputar kurikulum yang di ajarkan di pesantren tersebut,walau tidak mungkin yang bersangkutan terus terang dengan kurikulum yang mereka terima pada sa'at menimba ilmu di sana.Dan penulis sangat yakin bahwa yang paling berpengaruh terhadap sepak terjang alumninya adalah kurikulum pengajaran yang ada di ponpes tersebut.Dan kita kadang kadang di buat bingung oleh pemberitaan,yang menyiarkan terus menerus tentang satu masalah,namun tiba tiba kasus itu belum lagi selesai di tangani bahkan kadang sama sekali tidak di tangani,kemudian.pemberitaanya di hentikan,seolah olah pemberitaan itu juga masuk ke dalam lingkaran,atau mungkin pemberitaan yang di interfensi,sehingga terpaksa mengikuti kehendak yang punya kepentingan.Kalau memang demikian keadaanya ,artinya Negara kita adalah Negara yang sangat tidak aman bagi rakyatnya,karena para penguasa tidak memikirkan keamanan dan kenyamanan warganya kecuali hanya berpura pura saja.sambil numpang hidup mewah di atas penderitaan rakyatnya.Coba bayangkan ngga usah melihat kehidupan presiden,kita lihat kehidupan para mentri saja, segala fasilitas hidup di penuhi,dari mobil mewah,rumah mewah,makan mewah,hotel mewah dan lain lainya yang juga serba mewah,kemudian kita dengar mentri anu korupsi sekian milyar,aggota DPR korupsi sekian milyar,pegawai pajak korupsi sekian milyar,dan itu tidak sedikit jumlahnya mencapai puluhan dan bahkan ratusan milyar,jumlah itu bagi rakyat sangat besar dan bahkan belum pernah tahu uang segitu banyak,tapi bagi para koruptor itu masih di anggap kecil.Nah hal hal seperti ini juga dampaknya sangat besar,bisa menimbulkan kecemburuan social,bisa menyababkan orang malas bayar pajak dan bahkan bisa menyababkan orang jadi pembrontak,nah yang ada sekarang bukan teroris,tapi lebih tepatnya mereka adalah pembrontak,karena di perlakukan tidak adil oleh penguasa.Saat ini kan media televise sudah menjangkau ke seluruh pelosok tanah air, bahkan di daerah yang sangat terpecilpun sudah ada televise.Jadi para wakil rakyat jangan asal asalan, mentang mentang sudah kepilih,bisa merasakan hidup mewah,lantas kerjanya semau gue,sidang banyak anggota dewan tidak hadir,sementara yang hadir molor bahkan sambil ngorok di gedung DPR,nah kalau begini lantas nasib rakyat bagaimana,siapa yang memikirkan,siapa yang menyampaikan aspirasinya.Inilah di antaranya yang menyebabkan sekolompok orang menjadi anarkis,pada ahirnya membrontak,seperti sekelompok orang orang di maluku selatan ahir ahir ini.Teroris kan julukan yang di berikan oleh penguasa,dari kepolisian misalnya,kalau bagi kelompoknya dia adalah pahlawan yang gagah berani,bahkan berani mengorbankan nyawanya demi perjuanganya.Mengapa jadi yang tertangkap sebagai teroris (menurut mereka)kebanyakan umat islam,karena mereka yang paling berani melawan kebatilan, dan melawan kebatilan adalah termasuk jihad.Jadi Islam dan teroris tidak ada hubunanya sama sekali bahkan islam tidak pernah mengajarkan terror.Perang dalam islam justru di atur se baik mungkin.Di kisahkan bahwa di satu peperangan,sebelum sampai ke medan perang di intruksikan agar jangan membunuh binatang,jangan membunuh anak anak,dan jangan menggagu perempuan.Dan bahkan Islam mengajarkan jangan memerangi orang yang tidak memerangi kita(islam),artinya kalau ada orang yang mengatakan teroris identik dengan islam,berarti yang mengatakan sama sekali tidak memahami ajaran islam,atau sengaja hendak mendiskreditkan islam.Agar itu semua bisa di hentikan paling tidak di minimalisir,jadilah penguasa yang at’amahum min j'u waamanahum min hauf

WARNA WARNI ISLAM

Warna warni wajah islam




Rasulullah Bersabda:"Di satu zaman nanti umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan,masing masing bangga dengan golonganya,namun satu yang masuk surga,yaitu ahli sunnah waljamaah."(al-hadits)begitu kurang lebih arti dari sebuah hadits yang cukup popular,namun justru hadits ini sedikitpun tidak membuat takut bagi penganut kelompok kelompok yang ada,walaupun ancamanya jelas tidak masuk surga.Bahkan dengan lantangnya mengklaim dirinyalah ahli surga,yang lain masuk neraka,bagi kelompok Assafiiyah(pengikut imam Safi'i)mengklaim kolompoknyalah yang akan masuk surga,sehingga mereka sama sekali tidak mau sembahyang berjama'ah dengan orang orang Muhammadiyah,penulis pernah di suatu ketika mendengar semacam cemoohan salah seorang jama'ah kelompok Assafiiyah:"Kalau mau cepat sembahyang di sana(mesjid Muhammadiyah),tapi kalau mau pahala di sini katanya"Begitu juga kelompok Muhammadiyah,menganggap kelompoknyalah yang paling benar,walau orang orang Muhammadiyah agak fleksibel sedikit mereka mau shalat di mesjid manapun,kalau sedang dalam perjalanan,namun intinya sama membanggakan diri(kelompok).Ada kejadian di suatu pelaksanaan hari raya idul fitri,kebetulan dari kelompok Salafi atau kelompok Al-irsyad melaksanakan shalat 'idul fitri bersama dengan kelompok Muhammadiyah,kemudian masyarakat awam mengira,bahwa orang orang salafi atau orang orang al-irsyad identik dengan Muhammadiyah,kontan setelah ada anggapan itu, tokoh salafi yang biasanya jadi Khatib di mesjid Muhammadiyah tidak lagi di perbolehkan khotbah jum'at di Mesjid tersebut.Dan yang lebih seru mereka perang opini melalui buku buka yang mereka karang semata mata untuk menjatuhkan kelompok lain.Fenomena ini terjadi sepanjang hidup,dan sampai sa'at ini tidak atau belum ada solusinya.Bukan sekedar membuat opini,lebih jauh lagi bahkan sudah perang fisik antar kelompok,baru baru ini yang sedang ramai di siarkan di media televisi adalah peperangan antara kelompok yang mengatasnamakan ormas islam melawan kubu Ahmadiyah,bahkan persoalan ini sudah melibatkan kementrian sampai sampai di keluarkan SKB(Surat Keputusan Bersama)tigamentri,inipun belum bisa mengakomodir ke inginan masing masing kelompok.Mungkin mentrinya juga bingung, karena Republik ini kan bukan Negara islam sehingga peraturan yang di buat tidak bisa melarang salah satu kelompok keyakinan yang manapun,bahkan kelompok yang tidak mengatasnamakan islampun di lindungi,karena memang begitu komitmen Negara terhadap warganya,bahkan jelas jelas dalam undang undang di katakan bahwa Negara menjamin kebebasan beragama terhadap warganya.Artinya siapa yang mau hidup di negri ini harus siap menerima perbedaan yang ada, baik itu menyangkut keyakinan sekalipun.Itulah konsekwensi orang bernegara,harus bisa bersatu dalam rumah besar yang bernama Negara republic Indonesia walau ber beda beda keyakinan itulah "Bhineka tunggal ika",kalau dengan begitu tidak juga puas, berarti harus membuat Negara sendiri yang berdasar kepada keyakinanya.Tapi itu akan mengancam persatuan,nah bagaimana solusinya pelajari Al-qur'an dengan benar,di dalam al-qur'an semua ada petunjuknya,dan bahkan sudah di buktikan oleh Rasulullah saw dengan tegaknya islam di yastsrib yang kemudian dig anti dengan nama Madinatul munawarah atau Madinatun Nabi.Di sanalah contoh kehidupan dalam satu paying hukum Illahiyah dan bisa hidup rukun walau dalam perbedaan.Namun yang perlu di garis bawahi adalah bahwa aturan yang di berlakukan,adalah Rububiyah Allah,yaitu Al-qur'an