islam dan Teroris
Beberapa tahun belakangan,isyu teroris sangat gencar atau mungkin sengaja di gencar gencarkan,oleh pihak yang mempunyai kepentingan.Padahal kalau mau jujur kita semua tidak merasa di teror oleh mereka yang tertangkap dan di tuduh dengan dakwaan teroris.Ahir ahir ini pondok pesantren ngruki solo kembali namanya mencuat bersamaan dengan di tangkapnya Ustad Abubakar ba'asyir,alumninya di wawancarai seputar kurikulum yang di ajarkan di pesantren tersebut,walau tidak mungkin yang bersangkutan terus terang dengan kurikulum yang mereka terima pada sa'at menimba ilmu di sana.Dan penulis sangat yakin bahwa yang paling berpengaruh terhadap sepak terjang alumninya adalah kurikulum pengajaran yang ada di ponpes tersebut.Dan kita kadang kadang di buat bingung oleh pemberitaan,yang menyiarkan terus menerus tentang satu masalah,namun tiba tiba kasus itu belum lagi selesai di tangani bahkan kadang sama sekali tidak di tangani,kemudian.pemberitaanya di hentikan,seolah olah pemberitaan itu juga masuk ke dalam lingkaran,atau mungkin pemberitaan yang di interfensi,sehingga terpaksa mengikuti kehendak yang punya kepentingan.Kalau memang demikian keadaanya ,artinya Negara kita adalah Negara yang sangat tidak aman bagi rakyatnya,karena para penguasa tidak memikirkan keamanan dan kenyamanan warganya kecuali hanya berpura pura saja.sambil numpang hidup mewah di atas penderitaan rakyatnya.Coba bayangkan ngga usah melihat kehidupan presiden,kita lihat kehidupan para mentri saja, segala fasilitas hidup di penuhi,dari mobil mewah,rumah mewah,makan mewah,hotel mewah dan lain lainya yang juga serba mewah,kemudian kita dengar mentri anu korupsi sekian milyar,aggota DPR korupsi sekian milyar,pegawai pajak korupsi sekian milyar,dan itu tidak sedikit jumlahnya mencapai puluhan dan bahkan ratusan milyar,jumlah itu bagi rakyat sangat besar dan bahkan belum pernah tahu uang segitu banyak,tapi bagi para koruptor itu masih di anggap kecil.Nah hal hal seperti ini juga dampaknya sangat besar,bisa menimbulkan kecemburuan social,bisa menyababkan orang malas bayar pajak dan bahkan bisa menyababkan orang jadi pembrontak,nah yang ada sekarang bukan teroris,tapi lebih tepatnya mereka adalah pembrontak,karena di perlakukan tidak adil oleh penguasa.Saat ini kan media televise sudah menjangkau ke seluruh pelosok tanah air, bahkan di daerah yang sangat terpecilpun sudah ada televise.Jadi para wakil rakyat jangan asal asalan, mentang mentang sudah kepilih,bisa merasakan hidup mewah,lantas kerjanya semau gue,sidang banyak anggota dewan tidak hadir,sementara yang hadir molor bahkan sambil ngorok di gedung DPR,nah kalau begini lantas nasib rakyat bagaimana,siapa yang memikirkan,siapa yang menyampaikan aspirasinya.Inilah di antaranya yang menyebabkan sekolompok orang menjadi anarkis,pada ahirnya membrontak,seperti sekelompok orang orang di maluku selatan ahir ahir ini.Teroris kan julukan yang di berikan oleh penguasa,dari kepolisian misalnya,kalau bagi kelompoknya dia adalah pahlawan yang gagah berani,bahkan berani mengorbankan nyawanya demi perjuanganya.Mengapa jadi yang tertangkap sebagai teroris (menurut mereka)kebanyakan umat islam,karena mereka yang paling berani melawan kebatilan, dan melawan kebatilan adalah termasuk jihad.Jadi Islam dan teroris tidak ada hubunanya sama sekali bahkan islam tidak pernah mengajarkan terror.Perang dalam islam justru di atur se baik mungkin.Di kisahkan bahwa di satu peperangan,sebelum sampai ke medan perang di intruksikan agar jangan membunuh binatang,jangan membunuh anak anak,dan jangan menggagu perempuan.Dan bahkan Islam mengajarkan jangan memerangi orang yang tidak memerangi kita(islam),artinya kalau ada orang yang mengatakan teroris identik dengan islam,berarti yang mengatakan sama sekali tidak memahami ajaran islam,atau sengaja hendak mendiskreditkan islam.Agar itu semua bisa di hentikan paling tidak di minimalisir,jadilah penguasa yang at’amahum min j'u waamanahum min hauf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar