Al-'aqidah
Mari kita perhatikan tentang aqidah di bawah ini,agar kita betul-betul faham terhadap prinsip ilahiyah dan mampu melaksanakan islam secara benar sesuai kehendak Allah swt. Untuk rujukanya ,mari kita lihat surat Al-fatihah ayat:2,3 dan 4 dan surah –
Al-nas ayat : 1,2 dan 3. di katakana bahwa Allah adalah Al-haliq dan Al-'alim.Al-haliq artinya yang maha pencipta,Al-'alim : yang maha ber'ilmu,karena Dia telah mengajarkan Al-qur'an dan Dia telah menciptakan Manusia serta Jagat raya,dalam hal ini-
Langit dan bumi dan yang ada diantara keduanya.untuk ini Allah berfirman Yang artinya : "Yang maha pemurah,Dia telah mengajarkan Al-qur'an,Dia telah menciptakan Manusia ,Dia telah mengajarkan kenyataan"(qs:al-rahman 1-4).Maka Al-qur'an itu 'ilmunya Allah
Dan Manusia itu ciptaaNya,oleh karena itu mustilah bagi manusia agar mempelajari Al-qu'an,karena ianya adalah 'ilmu khusus bagi manusia bukan untuk yang lainya.Al-qur'an dan manusia dua perkara yang berbeda tapi tidak bisa di pisahkan sama sekali.Karena manusia di ciptakan untuk ber Qur'an.dengan prumpamaan lain bahwa Al-qur'an adalah positif dan Manusia adalah negative,maka positif tanpa negative tidak ada makna baginya dan begitu juga sebaliknya.Oleh karena itu yang pertama kali di turunkan daripada wahyu kepada hambanya,Iqra dengan kalimat perintah dari bacaan yakni Al-qur'an dan di namakan surah,atau ayat yang pertama itu dengan Al-'alaq,karena manusia itu di ciptakan dari 'alaq.Dan baginya mempunyai kaitan di dalam hidupnya dengan al-qur'an secara mutlak.Maka dua perkara yang berbeda akan tetapi saling berkaitan saatu dengan yang lainya.Oleh sebab itu tidak boleh tidak bagi manusia agar mempelajari Al-qur'an,dan tidak dapat di pisahkan sama sekali.Karena sesungguhnya Al-qur'an itu 'ismullah atau 'ilmunya dan 'alamnya .Ya itu fitrahnya.Karena itu Allah berfirman dalam surah:al-alaq 1-7.
Maka yang di maksud adalah bahwa kewajiban atas kamu berqur'an dan qur'an itu Ismu dan fitrahNya,dan bagi manusia berkaitan denganNya secara mutlak.
Kemudian Allah dengan segala keagunganya menciptakan Manusia setelah menciptakan Jagat Raya yaitu: langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya..
Untuk dalil dalil itu adalah sebagai berikut(qs;As sajadah 4-9)
Dan masih banyak lagi yang sema'na dengan itu seperti :surah (Hud ayat7) surah (Yunus ayat 3-5),surah (Alfurqan ayat 59),Surah (Qaf ayat 38),surah (fusilst ayat 9-12) dan surah (al-hadid ayat 1-6),dan begitulah seterusnya dari apa-apa yang sama dalam judwal itu.Maka semua itu tidaklah Allah ciptakan kecuali hanya untuk manusia agar menjadi khalifah baginya di bumi ini atau di jagat raya ini.Maka bumi bagi manusia,tempat tinggal atau hamparan atau tempat berdiam dan kesenangan baginya.Dalam hal ini Allah swt berfirman dalam surah:Al-mu'min 64,kemudian surah Al-baqarah36,ali 'imran 34, al-baqarah 29,al-baqarah 22,al-zuriat 48,al-naba 6,dan nuh19-20.Maka manusia dan bumi aalah dua perkara yang tidak dapat di pisahkan juga,karena daripadanya dia di ciptakan,di dalamnya dia di kubur,dan daripadanya dia di keluarkan dan kedalamnya dia di masukan,ya itu hidup dan mati padanya.Dan begitulah apa yang di butuhkan untuk kehidupan dan kematian padanya.Maka sungguh telah di jadikanya oleh Allah dengan kesempurnaanya,dan semua itu adalah nikmat yang di anugrahkan kepada manusia,maka itulah yang di maksud dengan kesenangan sampai waktu tertentu.Maka setelah kita membicarakan sekitar kaitanya manusia dengan Al-qur'an dan kaitanya dengan bumi juga, maka kita ketahui bahwa Allah swt menciptakan bumi hanya untuk manusia dan Al-qur'an di turunkan hanya untuknya juga,maka demikianlah fitrahnya dan sunahnya,maka sesuatu yang aneh jika manusia menginginkan hidup di 'alam ini hanya mau yang enak-enak tapi tidak mau mewarisi bumi dan Al-qur'an,karena manusia mempunyai kaitan dengan bumi dan Al-qur'an secara mutlak.Biar bagaimanapun dan di manapun dan dalam kondisi apapun tiga unsur itu tidak dapat di pisahkan sama sekali.Apabila terpisah salah satu di antaranya maka rusklah fitrah dan batallah sunah.Oleh karena itu marilah kita bahas tentang unsur tiga tersebut.
Yang pertama adalah masalah Al-qur'an
*Al-qur'an secara :
- Bahasa : bacaan
- Secara umum: Ketetapan Illahi atau Kalamullah yang di turunkan kepada -
RasulNya.
- Secara sari'at : petunjuk bagi manusia,bayinat daripada petunjuk itu dan pembeda.
(Qs : Al-baqarah 185)
Yang di maksud petunjuk adalah gambaran huruf lafdiah yang balaghoh yang terkumpul di antara dua mushaf.Yang di maksud bayinat adalah gambaran huruf alam yang kongkrit
Ialah ayat-ayat yang kongkrit di alam ini.Kemudian yang di maksud dengan Furqan ada
lah memisahkan antara dua yang berbeda,sebagai kesimpulan dari makna-makna hudan dan bayinatnya.Maka al-qur'an dengan rumus tiga adalah seperti yang di jelaskan oleh Allah dalam Al-qur'an yang artinya:"Sebenarnya,Al-qur'an itu ayat ayat yang nyata di dalam dada orang orang yang ber'ilmu.Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat kami kecuali orang orang yang zalim(al-'ankabut: 48-49)
Dan yang lain adalah yang di misalkan oleh Allah swt dengan pohon dengan firmanNya:"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik,seperti pohon yang baik,akarnya teguh dan cabangnya menjulang kelangit.Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin pengaturnya(Allah)Allah membuat perumpamaan perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat.Maka itu dalam persoalan ini marilah kita perhatikan bacaan dalam prinsip tiga,ini penting karena prinsip tiga itu adalah ukuran kebenaran,karena itu maka Hudan adalah akarnya dan bayinat adalah batangnya dan furqan adalah buahnya,inilah qur'an pada hakekatnya: ialah wahyu ilahi tidak bersuara dan tidak berhuruf,tapi ayat ayat yang kongkrit Dan akarnya terpelihara di dalam dada orang yang di beri ilmu.Maka bacaan hudan adalah dengan tadabur(meneliti) Qs:Muhammad 34,kemudian bacaan bayinat adalah dengan tafakur(di fakir fakir/di analisa)Qs:ali imran 191 dan bacaan furqan adalah dengan tabayun(penegasan/kongkrit) Qs:Al-hujarat 6.Dan perintah bacaan yang pertamakali apa yang di turunkan kepadanya Muhammad saw yaitu bacaan bayinat karena tidak akan menjadi petunjuk yang di turunkan sempurna kecuali dengan asal yang pertama itu yaitu al-'alaq, sebagaimana kita telah membicarakannya dan pada saat itu terpeliharalah dalam dadanya.Kemudian bacaan qur'an dengan cara cara yang tiga tersebut mesti menjadi sebagaimana firman Allah
16. Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran Karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya[1532].
17. Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.
18. Apabila kami Telah selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu.
19. Kemudian, Sesungguhnya atas tanggungan kamilah penjelasannya.
Yakni agar jangan tergesa gesa,dalam bacaanya,dan agar mengerti cara cara bacaan Allah,kemudian di perkuatnya dengan firmanNya:
114. Maka Maha Tinggi Allah raja yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur'an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu[946], dan Katakanlah: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan."
Kemudian Allah menjelaskanNya dengan firmaNya:
"Demikianlah cara cara bacaan menurut Allah swt".Di halaman berikutnya kita akan membahas tentang insane(manusia) selamat mengikuti
Yang ke dua masalah manusia dan yang terpenting adalah sebagai berikut
Manusia itu ciptaan Allah satu satunya yg di muliakan dengan kalimat akal,dan Allah menjadikana khalifah di muka bumi,agar menjadi hambanya,tidak akan dan tidak mungkin untuk yag selainya secara mutlak hanya untuk manusia sebagaimana di jelaskan dlam Alqur'an yang artinya:"Dan Sesungguhnya Telah kami muliakan anak-anak Adam, kami angkut mereka di daratan dan di lautan[862], kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna dari pada mahluk lainya.(Al-isra' 70) dan juga bisa di lihat dalam surah An-nahl ayat 78,yang artinya:
"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.Tiga angaota tubuh yang di ingatkan oleh Allah :pendengaran pengelihatan dan hati itulah akal bagi manusia,oleh karena itu manusia harus bersyukur dengan sebenar benarnya,serta tidak berkesudahan(ghaniyun hamid)Dan karena kelebihan yang di berikan oleh Allah berupa akal maka manusia tidak boleh mengikuti petunjuk lain selain Al-qur'an.Itulah ujud syukur kepada Allah,dan Allah mengancam bila tidak besyukur dengan kelebihanya yaitu akal,maka derajatnya di samakan dengan binatang,bahkan lebih hina dari padanya,dan jahanam adalah tempat bagi mereka yang lalai.(Qs:Al'araf;179)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar