Warna warni wajah islam
Rasulullah Bersabda:"Di satu zaman nanti umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan,masing masing bangga dengan golonganya,namun satu yang masuk surga,yaitu ahli sunnah waljamaah."(al-hadits)begitu kurang lebih arti dari sebuah hadits yang cukup popular,namun justru hadits ini sedikitpun tidak membuat takut bagi penganut kelompok kelompok yang ada,walaupun ancamanya jelas tidak masuk surga.Bahkan dengan lantangnya mengklaim dirinyalah ahli surga,yang lain masuk neraka,bagi kelompok Assafiiyah(pengikut imam Safi'i)mengklaim kolompoknyalah yang akan masuk surga,sehingga mereka sama sekali tidak mau sembahyang berjama'ah dengan orang orang Muhammadiyah,penulis pernah di suatu ketika mendengar semacam cemoohan salah seorang jama'ah kelompok Assafiiyah:"Kalau mau cepat sembahyang di sana(mesjid Muhammadiyah),tapi kalau mau pahala di sini katanya"Begitu juga kelompok Muhammadiyah,menganggap kelompoknyalah yang paling benar,walau orang orang Muhammadiyah agak fleksibel sedikit mereka mau shalat di mesjid manapun,kalau sedang dalam perjalanan,namun intinya sama membanggakan diri(kelompok).Ada kejadian di suatu pelaksanaan hari raya idul fitri,kebetulan dari kelompok Salafi atau kelompok Al-irsyad melaksanakan shalat 'idul fitri bersama dengan kelompok Muhammadiyah,kemudian masyarakat awam mengira,bahwa orang orang salafi atau orang orang al-irsyad identik dengan Muhammadiyah,kontan setelah ada anggapan itu, tokoh salafi yang biasanya jadi Khatib di mesjid Muhammadiyah tidak lagi di perbolehkan khotbah jum'at di Mesjid tersebut.Dan yang lebih seru mereka perang opini melalui buku buka yang mereka karang semata mata untuk menjatuhkan kelompok lain.Fenomena ini terjadi sepanjang hidup,dan sampai sa'at ini tidak atau belum ada solusinya.Bukan sekedar membuat opini,lebih jauh lagi bahkan sudah perang fisik antar kelompok,baru baru ini yang sedang ramai di siarkan di media televisi adalah peperangan antara kelompok yang mengatasnamakan ormas islam melawan kubu Ahmadiyah,bahkan persoalan ini sudah melibatkan kementrian sampai sampai di keluarkan SKB(Surat Keputusan Bersama)tigamentri,inipun belum bisa mengakomodir ke inginan masing masing kelompok.Mungkin mentrinya juga bingung, karena Republik ini kan bukan Negara islam sehingga peraturan yang di buat tidak bisa melarang salah satu kelompok keyakinan yang manapun,bahkan kelompok yang tidak mengatasnamakan islampun di lindungi,karena memang begitu komitmen Negara terhadap warganya,bahkan jelas jelas dalam undang undang di katakan bahwa Negara menjamin kebebasan beragama terhadap warganya.Artinya siapa yang mau hidup di negri ini harus siap menerima perbedaan yang ada, baik itu menyangkut keyakinan sekalipun.Itulah konsekwensi orang bernegara,harus bisa bersatu dalam rumah besar yang bernama Negara republic Indonesia walau ber beda beda keyakinan itulah "Bhineka tunggal ika",kalau dengan begitu tidak juga puas, berarti harus membuat Negara sendiri yang berdasar kepada keyakinanya.Tapi itu akan mengancam persatuan,nah bagaimana solusinya pelajari Al-qur'an dengan benar,di dalam al-qur'an semua ada petunjuknya,dan bahkan sudah di buktikan oleh Rasulullah saw dengan tegaknya islam di yastsrib yang kemudian dig anti dengan nama Madinatul munawarah atau Madinatun Nabi.Di sanalah contoh kehidupan dalam satu paying hukum Illahiyah dan bisa hidup rukun walau dalam perbedaan.Namun yang perlu di garis bawahi adalah bahwa aturan yang di berlakukan,adalah Rububiyah Allah,yaitu Al-qur'an
Tidak ada komentar:
Posting Komentar