Deklarasi
Artikel yang berjudul deklarasi ini,sengaja kami tulis kembali dan kami muat dalam halaman ini,karena menurut hemat kami sangat relevan dengan kondisi Negara kita Inonesia Raya,dengan tujuan agar kita semua sadar dengan kondisi kita dan mengadakan pemebnahan dan perbaikan secara menyluruh.
Deklarasi adalah starting point,darimana panah di lepaskan,melesat lurus ,mencong ke kanan atau ke kiri tergantung kordinat titik panah di lepaskan.Deklarasi juga entry point,pintu gerbang;hendak kemana bahtera di layarkan,ke barat,ke timur,utara atau selatan,tergantung political will para awk kapal.
Deklarasi atau proklamasi adalah pengumuman atau prnyataan (statement) atau iktikad(komitment),atau juga iklan bahwa sesuatu telah ada atau muncul dengan segala visi misinya .Maka,produk baru di iklankan,anak lahir dI besarkan,brkeluarga di akad nikahkan,merintis kerja di sumpah jabatan atau Negara brdiri di proklamasikan.Begitulah kehidupan musti di mulai sayap musti dI kepakan,layar musti di bentangkan,langkah musti dI ayunkan ,segala sesuatu musti di niatkan.Akan tetapi,ketika anak panah berbalik arah menghujam kita,ketika bahtera melaju ke tubir jurang ,pulau harapan hanya janji muluk fatamorgana.Orang orang bertanya Tanya:”hendak di bawa kemana negri ini,?”.Masyarakat terjebak dalam lingkaran syetan yang tiak ber ujung pangkal,sebuah kondisi yang penuh ketiak pastian:”jalan tak ada ujung” kata asrul sani(almarhum),atau labirin,sumur tak berdasar,”kata Allahyarham Arifin C. nor.”Tajam tak bertepi”sayup sayup suara acil bimbo,merintih kepedihan,kesepian yang panjang dan kengerian yang yang mencekam.Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam,yang di liputi oleh ombak,di atasnya ombak pula ,di atasnya lagi awan gelap gulita bertindih tindih ,apabila dia mengeluarkan tanganya ,tiadalah ia dapat melihatnya,dan barangsiapa yang tidak di beri cahaya oleh Allah,tiadalah mempunyai cahaya sedikitpun(Qs:24;40).
Secara makro pun,peradaban hari ini sengat gelap,sehingga roda kehidupan menggelinding tanpa arah,sampai sampai Anthony Gidens,pencetus”the trird way”atau social democrat,konon beliau di sebut sebut sebagai penasehat Tony Blair,Gerhard scoeder dan mendiang presiden Bill Clinton-memformulasikanya dengan metafora: “run way world” dunia yang tunggang langgang,berlarian entah ke mana,bahkan dngan artikulasi yang lebih ekstrim lagi kehidupan hari ini beliau gambarkan sebagai ,juggernaunt,sebuah truk besar yang mengglinding tanpa kendali,memporak porandakan sendi sendi kehidupan.Untuk mrubah kondisi dunia ini,dari mana kita mulai….
Hari ini ketika transformasi informasi sudah sedemikian cepat,dunia hanya sebuah titik.Apa yang terjadi di dunia makro atau internasional adalah yang terjadi di tingkat mikro(Indonesia).Konon ada sebagian orang yang percaya bahwa Indonesia(jawa) adalah pusat dunia.Maka kita bangsa Indonesia harus memulainya .Mari kita lihat dari awal berdirinya republic ini.Kita sudah lama mengkaitkan ,bahkan mensinyalir kata kemerekaan(kebebasan-red)Dengan Proklamasi.Jika proklamasi di artikan kebebasan maka yang terjadi adalah liberalism yang bermuara pada junggel law dengan jargon jargonya yang serem semisal Homo homini lupusnya Thomas Hobes atau Struggle for life dan survival the fittest-nya Darwin.Lukman hadi broto,kandidat doctor pada univresitas California ,Berkley USA mengulas fenomena ini dengan sangat lugas dalam esei kemerdekaan yang berjudul :”Mnentang pnjajah berjiwa penjajah”.
Proklamasi adalah sebuah niat ,statement atau komitmnt yang secara fertikal harus syahih,valid menurut syara dan secara horizontal di terima secara ilmiah dan empiric olh logika akal sehat social kemasyarakatan yang universal.Maka Proklamasi seca fertikal adalah sebuah permakluman untuk Ibadah kepada Allah dan secara horizontal adalah kontrak social (social contract)-meminjam istilah jhon locke-untuk tunduk dan taat kepada kaidah kaidah Negara sebagai manifestasi ibadah kepada Allah.
Karena Proklamasi di artikan kebebasan ,Negara yang muncul adalah intres group sebuah gerobak untuk politik dagang sapi,Jika sapinya laku kepntinganya sudah di raih maka negaranya atau gerobaknya pasti di lupakan begitu saja ,ibarat kulit di tinggalkan kacangnya.dalam kondisi seperti itu Negara teronggok sebagai out group yang hina an menjijikan,sebuah kranjang sampah:Na’uzubillah.Para abdi negaranya,eh para blantik sapi itu tak sungkan sungkan untuk menjerumuskan negaranya dalam timbunan hutang dan kemiskinan ,padahal kalau mau mereka mampu melunasinya karena kaya raya.
Seandainya proklamasi adalah niat ibadah kepaa Allah,otomatis Negara yang lahir adalah sbuah refrence group atau in group ,sebuah Negara tempat mengabdi dan bernaung ,tempat menggantungkan seluruh harapan dan cita citanya tanpa takut di murkai Allah.Oleh karena abdinya,Negara akan di junjung tinggi :di pikul duwur mendem jero,di timang timang bagai menimang kuning telur,tidak mungkin mereka berani menghianatinya .
Lantas kesalahan berasal dari mana …..The sin of legislative adalah sebuah idiom yang popular dalam teori politik .Sebelum republic berdiri ,legislator adalah konseptor,para founding fathr.Ketika menghadapi tekanan dari berbagai kelompok kepntingan ,mereka gamang,shingga ragu untuk tengadah ke langit.Akhirnya konspnya melenceng dari kehendak Illahiyah yang berakibat kehancuran hari ini,walaupun konsepnya di amandemen ber ulang kali,paling banter seperti Amerika ,maju terus tapi despot dan arogan.
Kita tidak usah ber andai andai ,karena nun di alam sana ada founding father yang yakin :kumandangnya kalam illahi di tunggu dan dI dukung oleh jutaan nurani yang bersih yang mendambakan negeri “ rahmatan lil alamin”……..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar