Sabtu, 04 Agustus 2012
Perbedaan adalah rahmat....????
Setiap tahun sepanjang hidup,penentuan tanggal satu ramadhan dan penentuan tanggal satu syawal (hari raya ‘iedul fitri) menjadi polemik berkepanjangan.Masing –masing ormas Islam punya pendirian sendiri,walaupun rujukannya sama ya itu Al-qur’an dan Al-hadits,berarti di sini yang berbeda adalah interpretasinya,atau bisa jadi karena ego kelompok ataupun ego pribadi tokohnya yang begitu kuat mempengaruhi jamaahnya,yang notabene awam dalam hal tersebut.Hari jum’at dua puluh juli tahun dua ribu dua belas kementrian agama mengadakan siding isbat,untuk menentukan jatuhnya tanggal satu Ramadhan,alhasil pemerintah melalui mentri agama menentukan bahwa tanggal satu ramadhan adalah hari sabtu bertepatan dengan tanggal dua puluh satu agustus dua ribu dua belas.Sore sekitar pukul lima ada wawancara di TV one dengan pucuk pimpinan muhammadiyah Prof.Doktor Din Syamsudin seputar penentuan tanggal satu ramadhan menurut Muhammadiyah,beliau menjelaskan dengan tegas dan sedikit arogan (menurut hemat penulis ),bahwa seratus tahun kedepan kami (Muhammadiyah )tidak akn ikut pemerintah,karena siding isbat yang di selenggarakan oleh Kementerian Agama hanya basa basi katanya,dan kami sudah bisa menentukan tanggal satu ramadhan mahupun tanggal satu syawal untuk seratus tahun kedepan.Kalau di tinjau secara ‘ilmiah perkataan beliau bisa jadi benar,Karena semua itu bisa di hitung dengan angka,tapi masalahnya baik NU(Nahdlatul ‘Ulama) mahupun Muhammadiyah dan juga Ormas-Ormas Islam yang lain sudah sepakat bahwa Negera Indonesia dengan azas Pancasilanya adalah sudah final,artinmya semua Organinsasi apapun yang bernaung di bawah payung Pancasila harus taat sepenuhnya terhadap ketentuan Negara,kalau tidak mau di katakan pembangkang. Dan bagi pembangkang , sedikit demi sedikit kalau mereka sudah merasa cukup kuat dan pendukungnya makin banyak ,mereka pasti akan menaikan dosis pembangkangannya.
Ada juga Ormas Islam yang dengan legowo hadir mengikuti sidang isbat,kemudian menyampaikan alas an secara ilmiah,kenapa mereka menentukan jatuhnya satu ramadhan hari jum’at,namun setelah itu mengambil sikap dengan tidak mengurangi rasa hormat kami kepada kelompok lain,kami akan melaksanakan shaum ramadhan pada hari jum’at katanya.Nah sikap ini lebih baik,ketimbang dengan gaya arogan menyatakan tidak sependapat dengan pemerintah.Pertanyaanya adalah kenapa hanya soal penentuan tanggal satu ramadhan dan tanggal satu ‘Iedul fitri saja yang tidak setuju dengan pemerintah,sementara soal penentuan hokum Islam yang lainya mereka sendiko dawuh aja,padahal perintah untuk melaksanakan hukum yang di awali dengan kata Kutiba bukan hanya shaum aja tapi masih banyak lagi seperti misalnya kutiba ‘alaikumu al-qital dan kutiba ‘laikumu al-qisas,katakana;lah kalau qital(perang) masih bisa alas an karena periodenya berbeda dengan qital zaman Rasulullah,walaupun itu juga termasuk pemelintiran bahasa,tapi kalau qutiba ‘alaikumu Al-qisas mau alas an apa lagi……? Apa mau alas an karena negaranya bukan Negara Islam,ya memang Negara kita Indonesia Raya bukan Negara Islam,tapi kenapa kita mengaku Islam kok tidak membuat Negara Islam sehingga dengan begitu kita(umat Islam )bisa leluasa melaksanakn seluruh hukum Islam, yang itu semua di wajibkan oleh Allah kepada kita umat Islam.Kan ayatnya jelas bahwa;”masuklah kamu ke dalam Islam secara kafah dan janganlah kamu ikuti langkah – langkah syaitan,karena syaitan adalah musuh yang nyata” bahkan Allah tegaskan di dalamAl-qur’an Qs An-nisa ; 97 yang artinya:”Sesungguhnya orang-orang yang di wafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri[342](kepada mereka) malaikat bertanya :Dalam keadaan bagaimana kamu ini?”Mereka menjawab:”Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri(Mekah)” Para malaikat berkata :”Bukankah bumi Allah itu lyuas,sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?”Orang-oramg itu tempatnya neraka jahanam,dan jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.
[342]. Yang dimaksud dengan orang yang menganiaya diri sendiri di sini, ialah orang-orang muslimin Mekah yang tidak mau hijrah bersama Nabi sedangkan mereka sanggup. Mereka ditindas dan dipaksa oleh orang-orang kafir ikut bersama mereka pergi ke perang Badar; akhirnya di antara mereka ada yang terbunuh dalam peperangan itu.
Catatan kaki ini amat jelas bahwa bagi siapa saja yang tidak tegas mengikuti rasul walaupun mereka mengaku islam,tetapi tidak bersama – sama Rasulullah dan taat akan peraturanya maka tempatnya neraka Jahanam.
Lantas perbedaan seperti apa yang di sebut sebagai rahmat…..? ikuti kelanjutannya di kesemp[atan lain wallahu ‘alam bi al-sawab.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar