Sabtu, 28 Maret 2020

COVID 19


  Corona Virus Disease 19 sa'at ini viral di seluruh belahan dunia,virus yang konon sangat mematikan ini sampai detik penulisan artikel ini belum ada obatnya, banyak negara mengambil tindakan untuk lockdown. Lebih dari dua minggu wabah virus ini di deklarasikan sebagai pendemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Jumlah kasus positif terinfeksi virus corona di berbagai belahan dunia pun masih terus bertambah.Hingga kini lebih dari 500.000 kasus telahpun dilaporkan terjadi di berbagai negara dengan lebih dari 20.000 kasus kematian. Meskipun kasus-kasus baru di china telahpun menurun secara drastis,tetapi kasus-kasus di negara lain seperti Italia,spanyol dan AS menjadi pusat perkembangan baru.Setidaknya ada tiga miliar penduduk dunia termasuk 1,3 miliar penduduk India telahpun di perintahkan untuk tetap tinggaldi rumah.Kecepatan penyebaran virus tersebut membuat pemerintah mahupun organisasi internasional kesulitan,namun beberapa waktu terahir ada perkembangan baik yang mulai terlihat dan mnawarkan alasan untuk tetap berharap.Di himpun oleh Al-Jazzera berikut beberapa perkembangan positf terkait virus corona ini :

WHO luncurkan uji coba global dengan cepat untuk menilai pengobatan paling menjanjikan dari virus ini serta penyakit yang di sebabkanya saat ini. WHO tengah mencari obata-obatan atau kombinasinya yang di kembangkan untuk penyakit lain dan telah di setujui penggunaanya bagi manusia serta tersedia secara luas. Studi yang di sederhanakan ini akan bergantung pada data yang di hasilkan dari ribuan pasien di rumah sakit yang berpartisipasi di negara-negara di seluruh dunia.Kumpulan data besar yang di hasilkan akan dapat dengan cepat mengindikasikan perawatan mana yang lebih efektif. "Kami melakukan ini dalam waktu singkat" kata petugas medis di Departemen Vaksin dan Biologi WHO Ana Maria Henao Restrepo.

Jumlah relawan di Inggris melampaui ekspektasi Perdana Mentri Inggris. Boris Jhonson memanggil 25.0000 relawan pada selasa (24/3/2020) lalu untuk membantu mengirim bahan makanan kepada warga yang paling rentan untuk meng isolasi diri.Dalam 24 jam lebih dari 400.000 orang telah medaftar.Menurut BBC jumlah tersebut pun naik menjadi lebih dari setengah juta.Setiap orang dewasa yang sehat dapat mengajukan permohonan menjadi relawan.

Polusi udara menurun. Wabah ini juga telah menurunkan jumlah penggunaan transportasi di sebagian besar wilayah dunia.Di samping itu sebagian besar industri juga berhenti. Polusi udarapun menurun drastis. Citra satelit menunjukan polusi di china menurun drastis,Badan Lingkungan Eropa (BEE) mengkonfirmasi bahwa konsentrasi polutan khususnya nitrogen dioksida yang sebagian besar di sebabkan oleh transportasi jalan baru-baru ini mngalami penurunan drastis,sementara di luar Italia seperti Spanyol rata-rata kadar nitrogen Barselona mengalami penurunan sebanyak 40% dari satu minggu ke minggu berikutnya. 

Puncak virus corona di Itaia di prediksi segera terjadi.Penyebaran virus corona yang cepat di Italia menjadikanya sebagai salah satu pusat wabah. Sejauh ini Italia telah melaporkan lebih dari 8000 kematian dan lebih dari 80.000 infeksi.Italia sempat mencatat kematian harian tertinggi 793 orang pada Sabtu(21/3/2020). Lalu sejak saat itu angka kematian tidak pernah lebih dari angka itu dan kasus baru terus menurun."Perlambatan yang terjadi dalam sebuah laju pertumbuhan adalah faktor yang positif dan di beberapa daerah,saya percayankita sudah dekat dengan titik turun" kata Asisten Direktur Jendral WHO untuk inisiatif Strategis Ranieri Guerra.

RS di Amerika Serikat siapkan penggunaan plasma darah sebagai pengobatan. RS tersebut bersiap menguji pengobatan berusia satu abad yang di gunakan untuk melawan wabah flu dan campak sebelum adanya vaksin.Baru-baru ini di lakukan untuk wabah ebola dan SARS. Perawatan ini mungkin bekerja juga untuk COVID 19.Badan Pengawas Obat dan Makanan AS mengatakan bahwa pihaknya tengah mempercepat persetujuan penggunaan plasma pasien pulih untuk mengobati yang baru terinfeksi.Saat seseorang terinfeksi virus tertentu tubuh mulai membuat protein yang di rancang khusus dan di sebut anti bodi untuk melawan infeksi, setelah orang tersebut pulih antibodi-anti bodi ini mengapung dalam darahkhususnya dalam plasma.Penyuntukan plasma terhadap pasien terinfeksi dapat mendukung kemampuan melawan infeksi atau mengurangi keparahan penyakit. Dokter di China juga berusaha melakukan pengoobatan covid 19 dengan cara penyuntikan plasma yang di berikan dari pasien sembuh,tetapi penelitian ini baru menghasilkan studi awal.

    Sementara warga dunia khususnya kalangan ekonomi kelas bawah sudah mengalami kegelisahan yang amat sangat,karena kebutuhan pangan mereka bergantung kepada penghasilan di mana mereka saat ini tidak boleh keluar rumah (stay at home) ini adalah persoalan yang harus segera di jawab oleh para pemimpin negara agar kebutuhan hidup rayatnya tepenuhi pada saat di berlakukan lockdown.Kami rakyat kalangan bawah hanya bisa berharap kepada pemerintah dan berdo'a kepada sang penguasa dunia yang sesungguhnya yaitu Allah swt     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar